Bisnis Laundry yang Menggiurkan dan Cara Memulainya Dari Nol

Share:
cara memulai bisnis laundry
ilustrasi gambar: Waldemar Brandt – unsplash.com

Kalau ditanya, usaha apa yang cocok dijalankan ketika kamu tinggal di kota-kota besar? Maka jawabannya adalah bisnis laundry.

Ini karena biasanya orang-orang di perkotaan punya mobilitas yang tinggi dan kesibukan yang pada setiap harinya. Di tengah semua itu, banyak yang harus tetap tampil sempurna dan memperhatikan kebersihan pakaiannya. Sebab tidak sempat mencuci, menjemur, dan menyetrikanya sendiri akhirnya mereka menyerahkan tugas itu pada orang lain.

Meskipun usaha cuci, jemur, setrika ini nampak remeh, jangan berkecil hati saat ingin memulainya. Karena sekarang ini teknologi telah maju, menjalankan bisnis ini akan sangat dimudahkan.  Kamu bisa memanfaatkan segala jenis perangkat yang telah ada untuk menunjang usaha jasa ini.

Cara Memulai Bisnis Laundry

 Kalau kamu sudah mantap memilih menjalankan usaha ini, maka ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan selanjutnya. Tentu saja agar usahamu ini bisa mencapai profit atau keuntungan seperti  diharapkan sebelum memulainya.

1. Menghitung Modal untuk Bisnis Laundry

Tentu saja setiap usaha yang dibuat oleh orang-orang harus menghitung modal awal yang diperlukan untuk menjalankannya. Untuk memulai bisnis cucian ini kamu perlu menghitung modal finansial dengan detail dan rinci.

Modal ini nantinya berisi daftar pengeluaran untuk membeli/menyewa beberapa hal yaitu biaya awal dan biaya operasional dalam perbulan. Ingat untuk melakukan pendataan modal dengan rinci dan buat juga biaya cadangan untuk jaga-jaga menghadapi kondisi tertentu seperti komplain pelanggan.

Modal investasi awal itu biasanya untuk membeli atau menyewa mesin cuci, mesin pengering, setrika, timbangan digital, renovasi kios atau ruang kerja, meja, kursi, dan promosi awal. Semua itu bisa disesuaikan jumlahnya dengan jumlah modal yang kamu miliki.

Biasanya untuk mesin cuci, kamu perlu menyiapkan dua unit. Begitu juga dengan setrika, kamu harus menyediakannya lebih dari dua unit.  Hal ini digunakan untuk memaksimalkan kerja, terutama efisiensi waktu.

2. Menentukan Lokasi Usaha

Salah satu hal yang perlu kamu siapkan untuk memulai usaha ini adalah lokasi atau tempat kerja. Memilih lokasi yang tepat sangat penting karena akan mempengaruhi jumlah orderan yang akan kamu terima nantinya. Pilihlah lokasi yang paling strategis agar nantinya usahamu bisa menjangkau banyak orang.

Untuk demografi pemakai jasa laundry yang paling banyak biasanya mereka yang tinggal di perkotaan, khususnya wilayah yang dipenuhi dengan pekerja dan mahasiswa. Karena mereka punya rutinitas yang pada dan hampir penuh seharian.

Mereka jarang memiliki waktu luang. Setelah lelah dengan aktivitasnya, mereka akan lebih memilih untuk beristirahat agar nanti di esok harinya lebih segar.

Lokasi yang dekat dengan perkantoran dan kampus lah yang lebih cocok untuk membuka bisnis laundry. Tempat-tempat ini jadi pilihan paling potensial untuk mengembangkan usahamu.

Jika jarak lokasi kios laundry-mu terlalu jauh dari area strategis ini, bisa saja memberikan jasa antar-jemput cucian. Akan tetapi, nantinya akan terjadi pembengkakan pada biaya operasional.

3. Membuat Ketentuan dalam Operasional

Hal lain yang juga penting sebelum mendirikan sebuah usaha laundry adalah mengatur ketentuan-ketentuan dalam pengerjaan. Standar operasional pekerjaan ini akan menjadi patokan untukmu, karyawan, serta pelanggan.

Misalnya mengenai harga yang kamu terapkan. Buat daftar harga serta layanan yang akan diterima pelanggan. Misalnya juga mengenai harga per-kilo nya akan diberikan harga berapa. Ini sangat penting agar tidak membuat kacau pendapatan dan persepsi pelanggan.

Harga juga harus ditentukan sesuai dengan lama pengerjaan yang diminta oleh pelanggan. Biasanya untuk bisnis laundry ada patokan, contohnya lama pengerjaan santai, normal, dan sehari selesai. Semakin cepat pengerjaan, maka harganya naik perkilonya.

4. Lakukan Promosi dengan Strategi yang Tepat

Jika bisnis laundry benar-benar adalah usaha baru yang sedang kamu kembangkan, maka melakukan promosi sangat penting. Kamu harus membuat banyak orang mengenal jasa laundry yang kamu tawarkan. Buat logo produk bisnis yang menarik perhatian, Gencarlah melakukan promosi.

Gunakan berbagai macam platform yang telah ada. Manfaatkan media sosial untuk promosi dan menggaet pelanggan. Misalnya melalui instagram dan facebook. Buatlah pamflet yang menginformasikan adanya bisnis laundry yang kamu miliki dengan menarik.

Beranikan diri untuk memberikan diskon untuk promosi awal. Tawarkan diskon hingga 50 persen untuk setiap pelanggan laundry yang menggunakan jasa laundry-mu di hari pembukaan.

Selain memberikan potongan harga, tawarkan juga promo lainnya. Contohnya, kalau pelanggan mencucikan 5 kilogram maka gratis 1 kilogram. Selain itu, berikan promo untuk hari-hari tertentu, misalnya hari raya.

5. Mengamati Kompetitor

Selain menyiapkan modal, ketentuan operasional, dan promosi, mengamati pasar dan kompetitor adalah hal yang penting. Hal ini penting untuk mengukur posisi bisnis laundry yang kamu jalankan.

Bangun pemikiran bahwa kompetitor bukanlah musuh, tetapi rival yang bisa menjadi tolak ukur dalam berjalannya usahamu. Perhatikan cara kerja dan pelayanan yang mereka punyai.

Jika cara dan pelayanan mereka dirasa lebih efektif, maka kamu juga perlu belajar dari mereka mengenai hal ini. Ini agar bisnismu bisa terus berkembang  menjadi lebih baik.

Kelebihan dan Kekurangan dalam Menjalankan Bisnis Laundry

Menjalankan sebuah usaha baru sama artinya dengan mengambil resiko tertentu. Selalu akan timbul dampak. Ada juga kelebihan serta kekurangan kalau kamu menjalankan bisnis ini.

Kamu harus siap untuk menjalankannya dengan segala konsekuensinya. Pahami kelebihan dan kekurangan ini agar nantinya usahamu bisa berjalan dengan lancar.

Keuntungan atau Kelebihan

Usaha cuci-setrika yang satu ini memiliki kelebihan, salah satunya adalah tidak perlu memiliki skill khusus untuk menunjang pekerjaan. Jika kamu memiliki langganan, maka usahamu akan bisa bertahan lama.

Kalau nantinya rumahmu cukup dekat dengan lokasi strategis, maka tidak perlu menyewa kios khusus karena bisa dikerjakan di rumah saja. Selain itu, sirkulasi order juga tinggi karena satu orang pelanggan akan datang ke laundry-mu seminggu dua atau tiga kali.

Kekurangan dari Bisnis Laundry

Salah satu kekurangan atau tantangan dalam bisnis ini adalah pesaingnya banyak. Karena modal yang dibutuhkan sedikit, pemilik laundry menjamur di mana-mana pada daerah perkotaan.

Selain itu, kini banyak rumah-rumah yang telah memiliki mesin cucinya sendiri. Oleh karena itu, kamu harus pintar-pintar untuk mencari pasar potensial.

Alat-alat dalam bisnis ini juga perlu perawatan karena memiliki batas waktu tertentu. Apalagi penggunaannya secara terus menerus, maka perlu biaya perawatan yang kondisional. Terlebih, bisnis ini rawan komplain dari pelanggan.

Untuk meminimalisir adanya komplain ini, kamu perlu memberikan pelayanan yang maksimal. Jangan berikan celah pada kesalahan seperti apapun agar semua pelanggan puas dan datang lagi.

Seperti itulah penjelasan mengenai cara memulai bisnis laundry sendiri. Ciptakan visual branding yang mengena untuk pelangganmu agar mereka bisa lebih mudah mengingatnya. Jangan khawatir mencobanya dari nol. Ingat untuk terus berusaha dan belajar banyak hal mengenai usahamu dari manapun sumbernya.


© PT FOKUS CITRA PRIMA